Peran Terbaik

Aku sendiri gak pernah tahu, seperti apa peran terbaik sebagai manusia untuk membuat dirinya berkarakter.  Ada banyak konten secara individu yang mempresentasikan dirinya untuk menjadi manusia yang berkompeten. Mungkin, beberapa dari kita secara gak langsung membangun pribadi yang ingin punya vitalitas bagus,  integritas terbaik,  etika dan moral yang kadang jauh tidak layak dari yang sebenarnya. 
Aku sendiri masih mengutak-atik jati diri sebagai manusia yang berbudi pekerti dimasa sekarang.  Karena gak layak kalo aku langsung memvonis diriku sendiri adalah manusia yang sempurna dimata sejuta umat.  Bahkan untuk menjadi pemimpin untuk diriku sendiri aja aku terkadang masih kalang kabut,  masih suka bernegosiasi dengan ego yang selalu tidak pada kapasitasnya.  Anyway,  aku akan tetap menjadi pribadi yang penuh percaya diri terhadap kesulitan apapun, dan dalam kegoncangan hidup. Karena aku punya Tuhan yang selalu berada diposisi manapun aku bertindak dan berkarya dalam hidup, baik aku sedang berdiri tegak,  bahkan disaat aku sedang down. 
Banyak orang mengatakan bahwa, peluang menjadi manusia yang penuh vitalitas tinggi adalah dengan adanya keburuntungan yang hakiki.  Wow? Aku jadi berpikir,  bagaimana bisa manusia hanya mengandalkan si lucky semata,  disaat orang-orang yang berjuang keras dan berdoa, malah dianggap tidak sebaik mereka yang selalu mempunyai keberuntungan semata tanpa adanya usaha dan doa?. 
Bukankah manusia mempunyai peran terbaik dibalik itu semua? 
Ya.  Buat aku peran terbaik itu adalah dimana kita mempercayakan itu semua kepada Tuhan.  Jadi keberuntungan hanyalah kasat mata dari sebagian hidup,  dan kita memperolehnya bukan dari kepercayaan kita terhadap Tuhan. Sesuatu itu akan menjadi sesuatu yang lebih berefek kalo aja manusia tahu bagaimana membuat dirinya membangun konsep pribadi yang penuh kepercayaan terhadap Tuhan. Mungkin aku bicaranya terlalu religi ya,  tapi sebenarnya emang iya.  Kita ada aja karena berkat anugrahnya kok. Bukan karena keberuntungan yang terjadi disetiap harinya. Oke.  Mungkin materinya terlalu serius kali ya dari tulisan sebelum-sebelumnya.  Hehehe. 
Jadi mungkin aku mau bicara peran terbaik dalam keseharian aja kali ya. Kayak peran orangtua terhadap anak. Masih banyak yang aku liat dan aku dengar bagaiamana peran orangtua yang kurang spesial terhadap anaknya. Misal, ketika anak sudah harus memutuskan untuk memilih masa depan sendiri sesuai kemampuan anak, namun orangtuanya malah secara langsung tetap memberi keputusan sendiri, dibanding menyerahkan sepenuhnya kepada anak. Ada lagi soal jodoh,  dimana era siti nurbaya masih berlaku keras dalam sistem keluarganya, dan masih banyak lagi. Padahal, sebenarnya peran orangtua ketika anaknya sudah berumur dan dewasa adalah mensupport dan memberi nasehat,  serta masukan, terhadap langkah apa yang diambil oleh anaknya. Jangan sampai cita-cita anak jadi tidak ada akibat keegoisan orangtua. Apapun harus ikut kata orangtua, anak mau jadi apa harus ikut kata orangtua,  anak mau memilih pasangan juga harus ikut kata orangtua. 
Bukan curhat ya,  tapi aku menyampaikan hal ini bukan dari sisi kehidupanku aja,  masih banyak loh peran orangtua yang seperti ini.  Aku tidak juga menyalahi mereka (orangtua), tapi lebih menekankan bahwa anak punya batas waktu,  dimana mereka juga punya arahnya sendiri,  punya pandangan hidupnya sendiri,  bahkan sudah melihat apa sih potensi yang anak punya untuk dia menjalani kehidupannya. Nah sebagai orangtua,  tidak melulu apa yang mereka inginkan menjadi tolak ukur keberhasilan anak pada saatnya nanti.  Orangtua harus tahu kapan dan bagaimana memperlakukan diri mereka kepada anak-anaknya. 
Peran penting orangtua adalah mendoakan anak mereka,  supaya apa yang anak-anak mereka jalani bisa berjalan baik dan sukses. Toh itu juga akan membanggakan orangtua ketika anak mereka bisa meraih kesuksesan yang terbaik.
Aku cuma mengharapkan, seberapa penting peran orangtua terhadap anak sesuai dengan kapasitasnya, bisa disadari dengan tidak mengabaikan hak-hak anak dalam membangun masa depan mereka sendiri.  Anak mau menjadi apa nantinya,  dukung aja selama itu juga hal yang tidak akan merugikan masa depan anak, karena ketika seorang anak yang sudah dewasa pastinya, akan jauh lebih bisa mempertanggung jawabkan apa yang mereka sudah tentukan. Percayakan aja pada Tuhan,  kalo seorang anak tidak akan membuat dirinya terjatuh ketika sudah menentukan mau seperti apa mereka nantinya. Bukankah hidup adalah sebuah pilihan?  Bukankah hidup soal bagaimana kita menjalaninya?  Kan gak mungkin orangtua selalu pada porsinya terhadap masa depan anak,  seorang anak juga punya porsinya dalam hidup. 
Bagaiamana mereka menentukan suatu pekerjaan yang layak sesuai kapasitasnya,  bagaimana mereka melihat suatu peluang,  lalu akan ada langkah yang harus mereka ambil, untuk memposisikan diri mereka sebaik mungkin. Makanya, bukan tidak baik kalo orangtua juga melihat potensi dan bakat anak sejak dini. Apa sih yang mereka bisa?  Bakat atau talenta apa sih yang mereka punyai? Ini juga harus disadari sebagai orangtua pada umumnya.  Bukan tidak mungkin juga, talenta yang dimiliki seorang anak sejak dini menjadi pondasi kesuksesan mereka nantinya. Sekarang tinggal langkah orangtua inilah,  bagaimana meletakkan atau mengarahkan bakat si anak ini pada tempatnya,  bukan malah mematikan potensi yang ada pada anak-anak mereka. Sangat disayangkan kalo harus seperti ini.
Hmmm.  Okelah, mungkin sampai disini aja apa yang bisa aku sampaikan lewat tulisan ini.  Bermanfaat atau tidak,  tergantung yang menyadarinya aja sih. Mandi dulu ah!  Bhay. 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s